19November2008
Posted by harrywidyantoro under: 1.
rekan-rekan mahasiswa dan alumni STIE Perbanas Surabaya sekalian…
bila anda ingin membaca artikel-artikel menarik yang terkait dengan karir silahkan anda buka alamat : suryosumarto.com
anda akan dapatkan banyak artikel yang bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman anda tentang karir
11November2008
Posted by harrywidyantoro under: Tips Karier.
Hari pertama bekerja sudah di depan mata.Umumnya, perasaan gugup datang karena memikirkan apa yang akan dialami di kantor baru nanti. Persiapan memang perlu, tapi yang juga penting adalah performa Anda di sana. Agar proses adaptasi berjalan sukses, langkah-langkah berikut ini bisa dipraktikkan.
1. Berikan Kesan yang Baik dan Bersikaplah Ramah
Jika atasan tak punya waktu untuk memperkenalkan Anda pada orang-orang di kantor, Anda bisa melakukannya sendiri. Lakukan tanpa berlebihan. Jabat tangan mereka dengan hangat dan sebutkan nama Anda, sambil tersenyum.
2. Jangan Bergosip
Kalau rekan kerja Anda mulai bergosip tentang atasan Anda atau orang yang Anda gantikan posisinya, abaikan saja. Balas obrolannya dengan senyum, jangan bertanya lebih lanjut meski Anda sangat penasaran dengan kelanjutan ceritanya. Selain tidak etis, Anda sendiri belum tahu “peta” hubungan antar rekan kerja di kantor baru.
3. Semangat
Kerjakan semua tugas dengan baik dan semangat tinggi. Selebihnya, biarkan atasan Anda menilai. Kalaupun kinerja Anda membuat keuntungan perusahaan meningkat, tak perlu mengatakan hal itu pada atasan untuk mendapatkan kenaikan gaji.
4. Sedikit Bicara Banyak Bekerja
Jangan sungkan bertanya kalau memang tak tahu. Kalau rekan kerja berinisiatif membantu ketika Anda mengalami kesulitan mengerjakan hal-hal baru, tak ada salahnya diterima. Selain bisa memakan waktu lebih lama dari seharusnya, menolak bantuan akan membuat mereka menduga Anda tak suka bekerjasama sebagai bagian dari tim.
5. Jangan Membandingkan
Meski Anda tidak cocok dengan cara kerja kantor baru Anda yang lebih lambat dari kantor lama, simpan saja perasaan itu dalam hati. Membanding-bandingkan kantor lama dengan tempat Anda bekerja sekarang akan membuat sebal rekan-rekan di kantor baru. Mereka akan heran mengapa Anda memilih pindah kerja, kalau di kantor lama terlihat lebih baik dalam berbagai hal.
6. Koordinasi
Kalau Anda punya bawahan di kantor baru, segera koordinasikan hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan. Cari cara yang paling tepat untuk berkomunikasi dan bekerjasama dengannya. Misalnya, adakan rapat seminggu sekali dengan mereka. Ingat, Anda harus disiplin mengadakan rapat. Dengan demikian, mereka juga menanggapinya dengan serius.
7. Goal
Memiliki tujuan yang ingin dicapai sangatlah penting. Buat tujuan yang ingin Anda capai, lalu kemukakan pada atasan. Evaluasi secara berkala, sejauh mana pencapaian Anda. Buat tujuan-tujuan baru dalam jangka waktu tertentu, misalnya setiap enam bulan sekali.
8. Sukarela
Tak ada salahnya menawarkan diri ikut terlibat dalam proyek baru di luar tugas utama Anda. Ini bisa menambah nilai kerja Anda. Namun, lakukan ini hanya bila Anda mampu menyelesaikan tugas utama tepat waktu dan mengerjakan tugas tambahan ini dengan baik. Kalau tidak, pekerjaan tambahan justru jadi bumerang buat Anda.
9. Teliti
Taati aturan menggunakan internet dan komputer yang berlaku di kantor baru Anda. Bila Anda memiliki blog, hati-hati memilih kata saat curhat tentang kantor baru Anda di blog. Anda tak ingin dipecat gara-gara masalah ini, bukan? Mengirim email juga perlu etika. Jangan memberi judul dengan kata-kata yang tidak etis ketika mengirim email berisi laporan yang tidak Anda sukai. Periksa kembali email yang akan dikirim ke klien, untuk menghindari kesalahan.
10. Jangan Meremehkan Rekan Kerja atau Bawahan Anda
Belum tentu mereka serendah yang Anda duga. Membandingkan mereka dengan rekan-rekan kerja di kantor lama dapat menimbulkan sikap subyektif yang tak diperlukan.
11. Up Date
Meski berprestasi karena mengerjakan tugas-tugas di kantor dengan baik, terus perbarui pengetahuan dan wawasan tentang pekerjaan Anda. Berlangganan majalah, ikut milis, seminar dan membaca buku-buku yang berhubungan dengan pekerjaan Anda akan sangat membantu.
Sumber : karir-up.com
11November2008
Posted by harrywidyantoro under: Quote of this Month.
Sometimes Success can be reach after we enter long loss ways…
so GETTING LOSS ON THE RIGHT WAYS
” keberhasilan terkadang baru bisa dicapai setelah melalui jalan sesat nan berliku…
oleh karenanya tersesatlah di jalan yang benar… ”
=myself=
10November2008
Posted by harrywidyantoro under: umum.
Beberapa tahun yang silam,seorang pemuda terpelajar dari semarang sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta.
Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur.
Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.
“Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?”tanya si Pemuda.
“Oh… Saya mau ke Jakarta terus”connecting flight”ke Singapore
nengokin anak saya yang ke dua”jawab ibu itu.
“Wouw….. hebat sekali putra ibu”pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.
pemuda itu merenung.
Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.
“Kalau saya tidak salah,anak yang di Singapore tadi, putra yang kedua ya bu??
Bagaimana dengan kakak & adik-adik nya??”
“Oh ya tentu”si Ibu bercerita :
“Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang,
yang keempat Kerja di Perkebunan di Lampung,
yang kelima menjadi arsitek di Jakarta,
yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto,
yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.”
Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya
dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.
“Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??”
Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab,
“Anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak.
Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar”
Pemuda itu segera menyahut,”Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya
dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani??”
Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
“Ooo …tidak tidak begitu nak….
Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang
membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”
Today’s lesson :
Everybody in the world is a important person.
Open your eyes….
your heart….
your mind….
your point of view….
because we can’t make summary before read”the book”completely.
The wise person says…
The more important thing is
not WHO YOU ARE
But
WHAT YOU HAVE BEEN DOING
sumber : disarikan dari berbagai sumber
3November2008
Posted by harrywidyantoro under: Tips Karier.
Mendengar dan mendengarkan adalah sesuatu yang seolah sama, tetapi sebenarnya amat berbeda. Mendengar menunjukkan suatu proses dimana secara tidak sengaja (tanpa perhatian khusus) kita mendengar suara tertentu, yang terkadang kurang jelas maknanya. Sedangkan mendengarkan menunjukkan suatu proses yang telah dipersiapkan sebelumnya untuk mendengarkan sesuatu hal (dengan sengaja berusaha menangkap signal audio).
Ketrampilan mendengarkan merupakan kemampuan penting bagi kesuksesan karier seseorang. Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa memiliki kemampuan mendengarkan dan menjadi pendengar yang baik akan menjadikan karyawan maju lebih cepat dalam organisasi. Dalam dunia kerja, kebanyakan karyawan yang sukses, telah menghabiskan 30 sampai 45 persen waktu komunikasi mereka untuk mendengarkan, sedangkan pimpinan yang berhasil menghabiskan 60 sampai 70 persen waktu mereka untuk mendengarkan.
Dalam lingkungan kerja, sebagai seorang karyawan, Anda pasti terlibat pada aktivitas mendengarkan. Sebagai seorang karyawan baru, Anda akan lebih sering mendengarkan atasan, yang salah satunya adalah mendengarkan instruksi, penugasan, dan penjelasan mengenai bagaimana seharusnya anda melakukan tugas atau menjalankan serangkaian proses pekerjaan. Penjelasan atau instruksi yang diberikan oleh atasan itu tentunya demikian penting, tidak saja untuk melaksanakan tugas pekerjaan hari ini, tetapi juga penting bagi pengembangan pribadi Anda sebagai seorang karyawan. Oleh karena itu, sebagai karyawan jangan takut atau segan untuk bertanyakepada atasan. Untuk hal-hal yang tidak anda mengerti, jangan pernah berfikir takut dianggap bodoh. Namun agar tidak terjadi suatu hal ditanyakan berulang kali, maka perlu bagi anda untuk membuat catatan untuk menutupi ’kelemahan’ ingatan kita.
Hal lain adalah anda pasti terlibat dalam aktivitas mendengarkan rekan kerja anda, mulai dari hal-hal kecil sehari-hari sampai dengan permasalahan berat yang terkait dengan koordinasi kerja.
Bagaimana agar anda sukses dalam mendengarkan?
Jawabnya adalah mendengarkan dengan empati.
Mendengarkan dengan Empati
Mendengarkan dengan empati adalah mendengarkan dengan segenap perasaan dan perhatian, caranya adalah dengan beberapa langkah berikut ini:
Perhatikan si Pembicara
Lakukan kontak mata yang positif dan nyaman untuk membuat si pembicara merasa dihargai dan dimengerti Posisikan badan anda ke arah si pembicara
Pusatkan perhatian untuk memahami pembicara :
Perhatikan perasaan dan persepsinya (ekspresi bahasa tubuhnya) bukan hanya kata-katanya
Jangan menginterupsi; dengarkan terus dan berupaya untuk membantu mengklarifikasikan hal-hal yang kurang jela, sampai apa yang dimaksudkannya menjadi jelas .
Jangan menghakimi atau mengkritik secara pedas – ini akan membuat sesorang “menutup diri” terhadap informasi atau hal yang akan disampaikannya kemudian
Buat rangkuman dari apa yang anda pahami
Merespon dengan penuh perhatian
Beri Respons yang sesuai, jelas dan konstruktif
Ungkapkan perspektif, pendapat, keprihatinan dan ide anda tentang masalah yang sedang diperbincangkan. Jangan selalu membenarkan apa yang disampaikan oleh pembicara, tetapi bersikaplah atau merespon sesuai dengan konteks dan porsi yang anda miliki
Diskusikan dan cari kesepakatan untuk mencapai solusi “menang – menang”
Tanyakan dan dorong dia untuk mengungkapkan ide-ide yang lainnya
Tambahkan ide-ide anda sendiri dan pertimbangkan semua pendapat atau pilihan yang tersusun hingga mencapai solusi “menang-menang”
sumber : disarikan dari berbagai sumber
17October2008
Posted by harrywidyantoro under: umum.
Untuk kita jadikan bahan renungan dan pembelajaran…
Suatu hari Kura Kura dan Kancil berdebat tentang siapa yang lebih cepat.
Mereka menyetujui jalur tertentu untuk bertanding dan mulailah mereka bertanding
Sang Kancil melesat dengan cepat dan setelah merasa jauh melampaui Kura Kura dia berhenti sejenak dibawah pohon untuk beristirahat sebelum memulai lagi perlombaannya.
Sang Kancil terduduk dibawah pohon dan akhirnya tertidur.
Dan Kura Kura berhasil melampauinya dan keluar sebagai juara
Sang Kancil terbangun dan mendapatkan dirinya kalah didalam perlombaan tersebut.
Maksud dari cerita ini adalah mereka yang lambat, apabila konsisten, akan dapat memenangkan pertandingan
Ini adalah cerita yang biasa kita dengar sejak masa kecil
Baru baru ini seseorang bercerita versi baru yang lebih menarik.
Rupanya ceritanya bersambung ……….
Sang Kancil sangat kecewa dengan kekalahannya lalu melakukan analisis penyebabnya.
Dia sadar bahwa dia kalah karena terlampau percaya diri, kurang hati hati dan terlena
Kalau saja dia bisa lebih waspada maka tidaklah mungkin Kura Kura bisa mengalahkannya.
Lalu ditantangnya lagi Kura Kura tersebut untuk melakukan lomba ulang yang disetujui oleh Kura Kura
Dan kali ini, sang Kancil menang mutlak karena dia berlari tanpa henti
Maksud dari cerita ini adalah:
Cepat dan konsisten akan mengalahkan yang lambat dan konsisten
Kalau ada dua orang diperusahaan, yang satu lambat, pakai metoda dan handal sedangkan yang satu lagi cekatan dan handal, maka yang cepat dan handal akan maju lebih cepat
Lambat asal Konsisten itu bagus akan tetapi lebih bagus lagi kalau Cepat dan Konsisten
Tetapi ceritanya tidak hanya sampai disini.
Kali ini sang Kura Kura mulai berpikir dan sadar bahwa tidaklah mungkin berlomba dengan Kancil pada jalur seperti yang lalu
Setelah berpikir keras, kali ini Kura Kura menantang sang Kancil untuk berlomba lagi pada jalur perlombaan yang berbeda
Sang kancil setuju.
Mereka mulai berpacu dan sang Kancil berlari dengan cepat tanpa berhenti sampai akhirnya terpaksa berhenti ditepi sungai, karena harus menyeberang
Rupanya garis finish nya terletak beberapa ratus meter setelah tepi diseberang sungai
Sang Kancil bingung tidak tahu harus berbuat apa…..
dan tak lama kemudian muncul Kura Kura menyusul dan dengan santainya menyeberang sampai kegaris finish dan memenangkan pertandingan
Maksud cerita ini adalah:
Pertama, temukan kekuatan utama anda kemudian carilah tempat bertanding yang sesuai dengan kekuatan utama anda
Di Perusahaan, kalau anda pandai berbicara, carilah kesempatan untuk memberikan presentasi sehingga pimpinan anda bisa melihat kemampuan anda
Kalau Kekuatanmu adalah menganalisis, carilah peran yang membutuhkan kemampuan analisis.
Bekerja pada Kekuatanmu bukan hanya menunjukkan kehebatanmu akan tetapi juga menciptakan kesempatan untuk maju dan berkembang
Kalau Kekuatanmu adalah mengorganisir, carilah peran untuk mengorganisir sesuatu kegiatan penting agar perusahaan tahu bahwa anda mungkin pantas menjadi manager
Kalau Kekuatanmu adalah waspada dan teliti carilah peran yang membutuhkan kewaspadaan dan ketelitian seperti peran yang terkait dengan keselamatan, hukum atau keuangan
Ceritanya belum selesai lho…
Kali ini sang Kancil dan Kura Kura menjadi bersahabat dan mulai memikirkan solusi masalah bersama sama.
Keduanya sadar bahwa lomba yang terakhir bisa dilakukan dengan jauh lebih baik
Jadi mereka memutuskan untuk melakukan perlombaan lagi , cuma kali ini mereka berlari dalam satu team
Mereka mulai berlari …… mula mula sang Kancil menggendong Kura Kura sampai ketepi sungai, kemudian disini Kura Kura yang menggendong Kancil untuk menyeberangi sungai
Diseberang satunya Kancil mulai menggendong Kura Kura lagi sampai kegaris finish.
Sampai digaris finish keduanya merasa puas karena berhasil tiba dengan waktu yang jauh lebih cepat dari lomba sebelumnya
Maksud cerita ini adalah:
Bagus menjadi orang yang brilian dan mempunyai kekuatan utama; akan tetapi tanpa bisa bekerjasama didalam suatu team dan menjalin masing masing kekuatan utama, hasilnya tidak akan maksimal karena selalu ada situasi dimana anda berkinerja kurang sedangkan rekan lainnya lebih baik.
Kerjasama adalah masalah kepemimpinan yang sesuai dengan situasi, yaitu dengan memberikan kesempatan kepada seseorang yang memiliki kompetensi inti yang sesuai dengan situasi mengambil alih kepemimpinan.
Ada lagi yang dapat dipelajari disini
Catat bahwa baik Kancil maupun Kura Kura tidak pernah menyerah setelah mengalami kegagalan.
Bahkan Sang Kancil bekerja lebih keras setelah kegagalannya
Sedangkan Kura kura mengubah Strategi nya karena dia sudah berusaha sekuat tenaga.
Dalam hidup, kalau kita menghadapi kegagalan, terkadang bisa diatasi dengan bekerja lebih keras dan menambahkan usaha
Kadang akan lebih cocok untuk mengubah Strategi dan melakukan sesuatu yang berbeda.
Dan terkadang lebih cocok melakukan keduanya
Keduanya juga belajar sesuatu pelajaran yang sangat penting.
Kalau kita berhenti berkompetisi dengan saingan kita lalu mulai berkompetisi dengan situasi, kita akan bisa mendapatkan kinerja yang jauh lebih baik
Ringkasnya, cerita ini mengajarkan banyak hal pada kita.
Pelajaran yang penting adalah:
• Bahwa cepat dan konsisten akan selalu lebih baik daripada lambat
dan konsisten
• Ambilah peran yang sesuai dengan kEKUATAN utama anda
• Kumpulkan kekuatan dan bekerja didalam team akan selalu mengalahkan jagoan individu;
• Jangan pernah menyerah kalau gagal;
• Dan akhirnya, bersainglah melawan situasi, jangan melawan pesaing.
Sumber :
LEAD PRO – Engineering and management Consulting Services
17October2008
Posted by harrywidyantoro under: Tips Karier.
Rekan sekalian, Kegelisahan untuk segera mencapai suatu keberhasilan yang belum nampak pasti membuat kita dalam suatu kondisi bagaimana untuk memutuskan pilihan, apakah kita harus setia dengan rutinitas karir atau pekerjaan yang membuat kita tersiksa karena atasan atau kondisi kerja yang melemahkan kita atau suatu keputusan untuk segera meninggalkan karir / Pekerjaan yang melemahkan kita tersebut.
Tentunya hal yang paling berat kalau kita harus memutuskan meninggalkan pekerjaan / karir yang sudah lama kita lakoni, bagi yang sudah berkeluarga terlintas ke khawatiran bagaimana membiayai anak dan istri nya. Bagi yang sudah memutuskan untuk berhenti dalam karir atau pekerjaan segeralah memulai dalam suatu perjalanan karir yang menguatkan.
Setiap pemberhentian
adalah awal dari perjalanan berikutnya;
dan
setiap pintu keluar
adalah pintu masuk ke ruangan yang lain
(Mario Teguh Super Note)
Perjalanan karir kita adalah sebuah proses perpindahan dari satu pemberhentian ke pemberhentian berikutnya. Kita hanya akan segera sampai, bila kita menyegerakan sebuah pemberangkatan untuk setiap pemberhentian.
Mereka yang mencapai hasil yang banyak dan yang besar dan yang tinggi, adalah mereka yang berhenti saat mereka harus berhenti - tetapi yang segera memulai lagi.
Sebaliknya, mereka yang lambat dalam mencapai haknya untuk berhasil, adalah biasanya orang-orang yang memperlakukan tempat-tempat berhenti – sebagai pemberhentian, atau bahkan betul-betul sebagai penghentian.
Padahal, sebuah tempat berhenti adalah tempat transisi antara satu perjalanan ke perjalanan berikutnya. Di pemberhentian itu lah kita harus membangun kesiapan yang lebih baik bagi perjalanan berikutnya.
Itu sebabnya, kita – Anda dan saya, dianjurkan untuk membuat tempat-tempat berhenti yang terukur dan teratur. Ternyata, orang-orang yang sering berhenti, justru adalah orang-orang yang lebih berhasil daripada mereka yang bekerja tanpa henti; asal yang sering berhenti itu – langsung segera memulai lagi dengan kualitas semangat dan kemampuan yang lebih terperbaiki.
Tugas kita, sebetulnya adalah menghubungkan awal dari sebuah perjalanan, ke akhir dari perjalanan itu - dengan kualitas perjalanan yang sebaik-baiknya; agar akhir dari perjalanan itu menjadi awal bagi perjalanan berikutnya yang lebih mendekatkan kita kepada kecemerlangan dan kemuliaan hidup yang kita tuju. Maka, janganlah pernah Anda merasa sudah sampai dan segera putuskan Anda akan menjadi Apa dan Jadilah yang terbaik.
BE THE BEST AT WHAT YOU DO
Jadilah yang terbaik dalam yang Anda lakukan
Bila Anda tidak ingin menjadi yang terbaik,
lalu Anda ingin menjadi apa?
Masa depan Anda bergantung kepada penggunaan terbaik dari kemampuan Anda, bukan pada kesalahan Anda di masa lalu atau pada keraguan Anda tentang masa depan.
Masa depan Anda bergantung kepada kekuatan Anda,
bukan pada masalah-masalah Anda.
Dan,
bahwa masa depan Anda bergantung pada keberhasilan Anda,
bukan pada kegagalan Anda.
(Mario Teguh Super Note)
sumber : disarikan dari berbagai tulisan
10October2008
Posted by harrywidyantoro under: Quote of this Month.
jangan pernah sesekali berani memproklamirkan diri sebagai employee yang loyal kepada perusahaan, karena perusahaan tidak bisa menjamin apakah mereka juga akan bisa loyal kepada anda,
tapi bersikaplah loyal kepada profesi anda.
Cintailah bidang pekerjaan anda, terus asah dan perdalam pengetahuan anda mengenai beberapa aspek spesifik di bidang yang betul-betul anda minati.
- Tony Towoliu
10October2008
Posted by harrywidyantoro under: Tips Karier.
Ini ada tulisan dari Bapak Haryo Suryosumarto yang sangat bermanfaat bagi kita :
Bangkrutnya Lehman Brothers dan akuisisi Merrill Lynch oleh Bank of America mengingatkan kita bahwa dengan kondisi perekonomian dunia yang tidak menentu seperti sekarang ini tidak ada satu pun pekerjaan yang bisa dianggap sebagai “secured jobs”
Saya masih ingat ketika sekitar awal tahun 2000 membaca sebuah artikel di majalah terbitan luar negeri (saya lupa entah itu BusinessWeek, Newsweek, Forbes atau Fortune) yang menceritakan betapa kerasnya usaha ribuan orang lulusan program MBA dari berbagai business school ternama di seluruh penjuru Amerika Serikat berlomba-lomba mendapatkan pekerjaan di Wall Street, khususnya pekerjaan di investment bank terkemuka, seperti Merrill Lynch, Lehman Brothers, Goldman Sachs atau Morgan Stanley.
Selain soal gengsi (karena sebagian besar investment bank terkemuka tersebut hanya mempekerjakan lulusan terbaik), banyak yang mengincar untuk bekerja disana karena tergiur dengan tawaran gaji dan berbagai benefits luar biasa yang ditawarkan.
Banyak yang beranggapan bahwa bekerja di investment bank kelas kakap di Wall Street merupakan sebuah pilihan yang aman. Tapi dengan perkembangan yang terjadi beberapa hari terakhir ini, siapa yang menyangka bahwa Lehman Brothers bisa bangkrut? Siapa pula yang menyangka bahwa Merrill Lynch ternyata bisa diakuisisi oleh Bank of America?
Pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian ini hanya satu, bila anda saat ini masih bekerja sebagai employee (di perusahaan mana pun itu - apakah itu perusahaan nasional ataupun multinasional) ingatlah bahwa tidak ada satu orang pun yang bisa menjamin 100% bahwa anda akan aman berkarir seterusnya di perusahaan tersebut. Karena dengan perubahan yang sedemikian cepat dan kondisi perekonomian dunia yang makin sulit diprediksi, perusahaan paling besar sekalipun bisa saja gulung tikar minggu depan.
Bukannya bermaksud memprovokasi kalau saya katakan, jangan pernah sesekali berani memproklamirkan diri sebagai employee yang loyal kepada perusahaan, karena perusahaan tidak bisa menjamin apakah mereka juga akan bisa loyal kepada anda.
Bila performa kerja anda menurun, tidak peduli anda telah bekerja 10 tahun disitu, anda bisa saja ditendang keluar untuk kemudian digantikan dengan orang lain yang lebih muda dan bersedia menerima gaji yang lebih rendah dari anda.
Di lain pihak, perusahaan pasti juga tidak akan berani menjamin bahwa mereka akan mencetak keuntungan secara terus-menerus dan beroperasi seterusnya sampai dunia kiamat (ingat: sebelum akhirnya bangkrut, Lehman Brothers adalah perusahaan yang telah beroperasi sejak tahun 1850).
Nah, beberapa hal yang ingin saya tekankan sekali lagi adalah:
- Dengan kondisi seperti sekarang ini, jangan pernah bersikap loyal kepada perusahaan, tapi bersikaplah loyal kepada profesi anda.
- Cintailah bidang pekerjaan anda, terus asah dan perdalam pengetahuan anda mengenai beberapa aspek spesifik di bidang yang betul-betul anda minati, karena saat ini dalam pengamatan saya makin banyak perusahaan yang mencari seorang spesialis dibandingkan seorang generalis.
- Jangan lupa untuk selalu membuka mata dan telinga lebar-lebar bila memang ada sebuah kesempatan untuk meningkatkan karir diluar sana.
- Dan mungkin ini yang paling penting, kecuali anda adalah seorang pegawai negeri sipil yang bekerja di Indonesia, lupakan yang namanya “comfort zone” dan “job security” — those are totally bullshit!
Semoga apa yang saya tulis ini bisa membuka wawasan dan menyadarkan banyak orang yang mungkin sudah terlena dengan apa yang dinamakan “comfort zone” dalam bekerja.
Mungkin analogi yang paling pas untuk menggambarkan secara konkrit dari apa yang saya tulis ini adalah dengan membayangkan anda naik sebuah mobil. Ketika anda mengendarai sebuah mobil mahal dan canggih, anda tetap harus mengendarainya dengan kewaspadaan penuh, siap untuk mengerem atau memutar setir untuk menghindari lubang di jalan atau pengendara motor yang memotong jalan anda.
Anda tentunya tidak bisa berpikiran bahwa dengan mengendarai sebuah mobil mahal, maka anda akan selalu selamat karena dilindungi dengan berbagai peralatan pelindung canggih. Ada faktor utama yang menjadi faktor penentu keselamatan anda yaitu kewaspadaan.
Hal yang sama juga berlaku dalam anda bekerja sebagai employee, bayangkan saja anda bekerja menekuni karir seperti anda mengendarai mobil: nikmati perjalanan anda, tetap waspada dan jangan pernah sampai masuk kedalam “comfort zone” - alias mengantuk, karena ketika anda masuk kedalam “comfort zone” dan sesuatu yang tidak diinginkan kemudian terjadi, biasanya anda akan merasa lebih sakit — karena memang anda tidak siap dalam menghadapinya.
Sumber : Haryo Suryosumarto
haryo@suryosumarto.com
24September2008
Posted by harrywidyantoro under: umum.
Aww…
Kepareng matur dumateng panjenengan sedoyo…
Dalem sak keluargo ngaturaken sedoyo kalepatan,
mugi ing dinten riyadi tahun puniko Gusti Ingkang Moho Wikan tansah paring berkah, rahmad lan barokah dumateng kawulo panjenengan sami…
Sugeng Riyadin…
www…
